Inilah Alasan Utama Iniesta Meninggalkan Barcelona

Dengan tetesan air mata, Andres Iniesta mengucapkan permohonan maaf dan salam perpisahan ke pihak pers. Ia tak lupa berterimakasih kepada rekan http://liga168.com/ dan seluruh tim Barcelona yang telah menyupportnya. Gelandang bersahaja tiga puluh tiga tahun itu terkesan sulit meninggalkan Barcelona. Hal ini disebabkan karena selama ini ia sudah dibesarkan. Terlepas dari itu, publik kemudian bertanya-tanya tentang latar mengapa ia meninggalkan Barcelona di tengah-tengah puncak karirnya. Padahal, setahun silam, tepatnya di bulan Oktober ia ingin membela Barca seumur hidup.

 

Dalam sesi itu, Iniesta mengatakan “tak mudah mengucapkan selamat tinggal. Semua orang tahu saya adalah pribadi yang jujur dengan diri saya sendiri dan klub. Kalau saya tidak bisa mengerahkan kemampuan saya lagi, maka itulah saatnya saya harus pergi,” begitulah tuturnya. Ia dengan rendah hati menunjukkan alasan-alasan di balik kepergiannya. Secara implisit, ia ingin menyampaikan bahwa permainan sebagai gelandang atau jendral lapangan tengah sudah menurun drastis. Hal tersebut ia sadari betul dan menurutnya sudah saatnya ia meninggalkan Barcelona.

Alasan Utama Iniesta

 

Lebih lanjut lagi, ia menegaskan, “saya hampir 34 tahun, segalanya sudah saya berikan buat klub ini. Saat saya tidak memberikan yang terbaik, saya tak akan bahagia. Padahal saya ingin merasakan kebahagiaan dengan mengerahkan yang terbaik.” Pernyataan tersebut turut memberi keterangan lebih jauh, performa di lapangannya sudah menurun. Ia kemudian memilih untuk mundur diri ketimbang ia memberikan hal yang buruk bagi tim kesayangannya itu. Jelas dari penjelasannya ia adalah sosok yang santun dan berwibawa. Sang jendral yang meninggalkan lapangan Camp Nou memberikan sejuta kenangan. Ia memang sudah mengalami masa-masa emas di situ, namun kita tetap menyaksikan masa-masa itu belum berakhir meski ia sudah hengkang dari klub Barcelona.

 

Itulah alasan utama Iniesta meninggalkan Barcelona. Ia menjadi pemain yang disegani baik dalam lapangan maupun di luar lapangan. Iniesta berlasan usia dan performa yang menurun. Kita sesungguhnya tidak tahu pastinya gimana tentang pernyataannya. Toh Iniesta tetaplah memberi kontribusi besar dengan menyabet pelbagai gelar yang ada.

 

Andres Iniesta sendiri meninggalkan Barcelona dengan prestasi yang memukau. Sebelumnya, di tahun 2014, jendral lapangan tengah Xavi juga tiba-tiba meninggalkan. Xavi sebagaimana Iniesta juga meninggalkan jejak yang mendalam bagi Barcelona. Ia dinobatkan sebagai pemain yang berprestasi di Spanyol. Setelah ia pergi, giliran Iniesta yang mendapat penghargaan itu. Secara tidak langsung, Barcelona memang menjadi sarangnya pemain-pemain ampuh kelas dunia. Meski pada akhirnya, di fase tertentu harus meninggalkan tim tersebut Barcelona sudah memantapkan diri sebagai tim yang mampu melahirkan sesosok sekaliber Iniesta maupun Xavi.

 

Terlepas dari alasan yang dikemukakan oleh Iniesta, kita patut memberikan penghargaan setinggi-tingginya. Prestasi yang diperolehnya memang bukan prestasi yang main-main. Ia didaku sebagai pemain terbaik dan menampilkan diri sebagai sosok yang santu. Iniesta memang terlahir sebagai orang besar yang memiliki skill sepakbola yang baik dan jiwa yang besar. Oleh sebabnya, banyak tidak rela saat ia melepaskan Barcelona yang sudah menjadi darah dagingnya. Iniesta senyata menjadi bagian tak terpisahkan dari Barcelona karena ia anak asuh sejak dalam rahi, di Barcelona. Maka patut bila ia sangat terkesan sedih dan tidak tela meninggalkan Barcelona dalam jumpa pers. Ia kemudian ingin mengoptimalkan sisa-sisa kekuatannya bermain di tim lain. Semoga saja skill iniesta tidak kurang dari sebelumnya sebagaimana di Barcelona.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *